• Breaking News

    Minggu, 17 Desember 2017

    Seminar Ketahanan Keluarga: Revitalisasi Cinta untuk Keluarga Indonesia


    Ustadzah Warsini (anggota DPRD Kabupaten Karanganyar) sedang menyampaikan materi tentang ketahanan keluarga di hadapan ratusan kader PKS Kota Salatiga, Sabtu (16/12).
    Salatiga-Paska Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak mengabulkan permohonan uji materi terhadap pasal kesusilaan dalam KUHP, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera menggelar seminar dan diskusi ketahanan keluarga, Sabtu (16/12). Seminar ini mengambil tema “Revitalisasi Cinta untuk Sinergisitas dalam Dakwah” digelar di Kantor DPD PKS Kota Salatiga Jalan Soekarno Hatta Jagalan Argomulyo Salatiga. Sebagai narasumber adalah pasangan suami istri teladan dari Kabupaten Karanganyar, Ustadz Trisno Susilo dan Ustadzah Warsini. Mereka adalah pasangan guru dan anggota DPRD Kabupaten Karanganyar dari Fraksi PKS.
    Pasangan yang sudah 21 tahun menikah itu berpesan kepada para peserta agar terus memperbaiki komunikasi yang efektif antara suami dan isti, juga antara orang tua dan anak. Dengan pola komunikasi yang nyaman dan terbuka, keluarga akan hidup bahagia. Selain itu, kedua orang tua juga harus sama-sama memberikan perhatian yang besar terhadap tumbuh kembang anak. Apalagi anak-anak hidup di zaman modern seperti sekarang ini, ketahanan keluarga sangat diperlukan.
    Ustadz Trisno Susilo sedang menyampaikan materi tentang memperbaiki pola komunikasi antar suami istri yang efektif

    “Perbaiki pola komunikasi. Jangan ada yang ditutup-tutupi, terbuka saja. Kuatnya sebuah keluarga akan memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang,” kata Ustadz Trisno Susilo.
    Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Salatiga, Eni Suryani mengatakan mari perkuat keluarga kita. Anak-anak kita bukan saja anak-anak biologis melainkan juga anak-anak idiologis. Kita berada dalam barisan dakwah maka pastikan keluarga dan anak-anak kita juga aktif terlibat di dalamnya.
    “Anak-anak kita bukan hanya anak-anak dalam ikatan biologis saja melainkan juga sebagai anak-anak idiologis dari rahim dakwah ini. Mari kita didik dan arahkan mereka agar di kemudian hari dapat bermanfaat untuk ummat dan bangsa,” jelas Eni Suryani yang juga istri dari Ketua Komisi B DPRD Kota Salatiga, Budi Santoso.
    Sedangkan di waktu yang sama Latif Nahari, Ketua DPD PKS Salatiga menyesalkan tentang putusan MK yang tidak mengabulkan permohonan uji materi terhadap pasal kesusilaan dalam KUHP. “Pasal ini adalah upaya pencegahan terhadap perilaku LGBT yang jelas tertolak menurut Pancasila dan Konstitusi Negara. Kami tidak ingin perilaku menyimpang ini merusak generasi penerus bangsa,” tegas Latif.
    Selain seminar juga diadakan acara pendukung yaitu lomba cipta puisi cinta untuk pasangan suami istri dan lomba mewarnai untuk anak kader PKS usia TK dan SD kelas 1-3.[dp]

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar