• Breaking News

    Kamis, 28 November 2019

    1722 Perempuan PKS Jateng Komitmen Selamatkan Bumi

    Perempuan PKS Tanam Mangrove, Latansa 2019, Pantai Laguna Lembupurwo, Kebumen. (24/11)
    Semarang- Bertajuk “Save Our Earth”, 1722 Perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengadakan Apel Penyelamatan Bumi di Pantai Laguna, Lembupurwo, Kebumen, Minggu (24/11).

    Apel tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah, DR. Abdul Fikri Faqih, betujuan untuk mengokohkan semangat mencintai bumi.

    “Beberapa kader perempuan PKS telah aktif dalam semangat mencintai bumi. Ada yang telah membuat Bank Sampah, mengolah sampah plastik menjadi berbagai barang bernilai guna, hinga memaksimalkan konsep rumah pangan lestari. Saatnya, ini menjadi gerakan kepartaian.” Ungkap Fikri yang juga alumni Doktor Ilmu Lingkungan UNDIP tersebut.

    Acara Apel Siaga yang berlangsung hingga sore hari itu, peserta di minta untuk membawa botol minum masing-masing. “Bayangkan saja, 1700 orang hadir. jika satu orang menggunakan Tiga Botol Plastik, jadi berapa karung sampah plastik yang dihasilkan. Hal itu malah menambah beban bumi kita ini. Acara ini hanya pencanangan saja. Gerakan Bersama. Selanjutnya akan diikuti 45.000 kader perempuan PKS” Ujar Zubaedah, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Jateng.

    Acara Apel tersebut dilanjutkan dengan berbagai kegiatan, diantaranya : pelatihan beladiri praktis, kajian pola hidup bugar, out bond, hingga koreografi papermob “PKS Cinta NKRI”. Dalam rangkaian acara tersebut, Perempuan PKS Jateng juga menanam mangrove di lokasi sekitar laguna. Harapannya, di tahun mendatang, jika telah semakin besar pohonnya, dapat membantu kehidupan manusia melalui fungsinya sebagai penyeimbang ekosistem alam, menjadi paru-paru dunia, hingga mencegah pengikisan permukaan tanah.

    Perlu diketahui bahwa data yang di rilis Forest Watch Indonesia (FWI) bahwa penebangan hutan mencapai kenaikan dalam kurun waktu 5 (lima ) tahun terakhir, yaitu mencapai 1,47 hektare per tahun. Juga kehilangan luas hutan mencapai 684 hektare per tahun. Indonesia menempati urutan kedua tertinggi setelah Brasil, yang kehilangan hutan, entah dengan kebakaran, penebangan, dan lainnya.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar